Bagi perenang yang sering berlatih dengan intensitas tinggi di wilayah Serang dan sekitarnya, rasa sakit di area bahu mungkin dianggap sebagai hal biasa. Namun, ada satu jenis cedera yang memerlukan perhatian medis lebih serius karena letaknya yang berada di bagian dalam sendi, yaitu SLAP Lesion. Istilah ini merujuk pada robekan pada labrum, yaitu cincin tulang rawan yang berfungsi memperdalam mangkuk sendi bahu dan menjadi tempat melekatnya tendon bisep. Jika seorang perenang mulai merasakan Nyeri Bahu yang tajam di bagian dalam saat melakukan fase “catch” atau saat tangan masuk ke air, maka kewaspadaan terhadap cedera ini harus ditingkatkan.
Gejala utama dari cedera Dalam ini sering kali sulit dideteksi hanya dengan pemeriksaan fisik luar. Para atlet di Serang sering mengeluhkan adanya sensasi bunyi “klek” atau perasaan terkunci di dalam bahu saat mencoba melakukan gerakan rotasi. Selain itu, penurunan kekuatan tarikan dan rasa nyeri yang persisten meskipun sudah beristirahat adalah indikator kuat adanya kerusakan pada labrum. Kondisi ini sering kali disebabkan oleh stres repetitif dari tarikan bisep yang menarik labrum secara terus-menerus selama ribuan kali putaran tangan di kolam renang setiap harinya.
Langkah awal untuk Kenali Gejala ini secara akurat adalah dengan melakukan konsultasi kepada dokter spesialis ortopedi atau fisioterapis yang berpengalaman di bidang olahraga. Diagnosa yang tepat biasanya membutuhkan pemeriksaan pendukung seperti MRI Artrogram untuk melihat kondisi jaringan lunak di dalam sendi dengan lebih jelas. Di wilayah Banten, kesadaran akan pentingnya diagnosa dini mulai dikampanyekan agar atlet tidak terus memaksakan diri berlatih di atas rasa nyeri. Memaksakan latihan saat terjadi robekan labrum hanya akan memperluas area kerusakan dan berpotensi membutuhkan tindakan pembedahan rekonstruksi di masa depan.
Manajemen rehabilitasi untuk SLAP Lesion tanpa operasi biasanya berfokus pada penguatan otot-otot yang menekan kepala tulang lengan ke dalam mangkuk sendi untuk mengurangi beban pada labrum yang robek. Fisioterapi di Serang kini banyak menggunakan pendekatan koreksi postur, karena posisi bahu yang terlalu condong ke depan (protracted shoulder) akan meningkatkan tekanan pada labrum superior. Latihan mobilitas tulang belakang bagian tengah (torakal) juga sangat krusial, karena jika punggung kaku, bahu akan terpaksa bekerja dengan jangkauan gerak yang tidak alami, sehingga memperburuk kondisi robekan di dalam sendi tersebut.