Masalah sandang seringkali menjadi kebutuhan mendesak yang terlupakan saat bencana besar melanda. Ketika warga harus menyelamatkan diri dengan cepat, banyak dari mereka yang hanya membawa pakaian yang melekat di badan. Melihat kondisi ini, pengurus dan anggota renang di Banten melakukan sebuah aksi nyata PRSI Serang untuk menghimpun bantuan bagi masyarakat yang kehilangan harta bendanya. Gerakan ini difokuskan pada pengumpulan dan penyaluran bantuan pakaian guna memastikan warga terdampak memiliki pakaian yang bersih dan melindungi mereka dari cuaca yang tidak menentu.

Kegiatan ini berfokus pada pengumpulan donasi pakaian layak pakai yang dikurasi dengan sangat ketat. Pengurus menekankan bahwa pakaian yang didonasikan harus dalam kondisi bersih, tidak robek, dan benar-benar layak untuk dikenakan. Tim relawan di Serang bekerja keras melakukan penyortiran berdasarkan kategori usia dan jenis kelamin untuk memudahkan distribusi di lokasi tujuan. Hal ini penting agar bantuan yang dikirimkan tidak menumpuk menjadi sampah di lokasi bencana, melainkan dapat langsung dimanfaatkan secara optimal oleh mereka yang membutuhkan.

Target distribusi dari bantuan ini adalah posko-posko pengungsian yang tersebar di wilayah terdampak di Sumatera. Para pengungsi Sumbar yang saat ini masih bertahan di tenda-tenda darurat sangat membutuhkan pakaian hangat, terutama saat malam hari ketika suhu udara menurun drastis. Selain pakaian harian, donasi ini juga mencakup selimut, perlengkapan ibadah, dan pakaian dalam baru yang menjadi kebutuhan privasi warga. Keberadaan pakaian yang kering dan bersih sangat membantu dalam menjaga kesehatan kulit para pengungsi agar terhindar dari gatal-gatal atau infeksi akibat kelembapan tinggi di area bencana.

Keterlibatan aktif para atlet dalam aksi ini memberikan nilai edukasi tentang pentingnya berbagi. Para atlet muda di Serang tidak hanya menyumbangkan prestasi di kolam renang, tetapi juga menyisihkan waktu mereka untuk mengemas paket-paket bantuan. Semangat gotong royong ini menjadi bagian dari pembangunan karakter atlet yang tangguh dan memiliki kepedulian sosial. Mereka belajar bahwa kekuatan yang mereka miliki harus bermanfaat bagi orang lain, terutama bagi mereka yang sedang mengalami kesulitan luar biasa akibat bencana alam yang melanda wilayah Sumbar.