Gaya kupu-kupu (butterfly) adalah demonstrasi kekuatan dan ritme, dengan Latihan Dolphin Kick sebagai motor penggerak utamanya. Dolphin Kick yang kuat dan teratur menghasilkan sebagian besar dorongan, baik di permukaan air maupun saat fase underwater yang kritis. Kecepatan di bawah air, terutama setelah start dan turn, seringkali lebih cepat daripada berenang di permukaan, menjadikan penguasaan tendangan ini fundamental untuk performa powerfull.

Latihan Dolphin Kick harus fokus pada gerakan yang dimulai dari inti tubuh (core) dan pinggul, bukan hanya lutut. Kaki harus tetap relatif lurus, dengan snap yang cepat dan kuat di bagian pergelangan kaki. Perenang harus memvisualisasikan seluruh tubuh bergerak seperti gelombang, memindahkan energi dari dada ke ujung kaki secara efisien, sebuah kunci untuk gerakan yang halus namun kuat.

Pentingnya Latihan Dolphin Kick terasa paling signifikan pada fase underwater. Regulasi renang mengizinkan perenang melakukan tendangan lumba-lumba sejauh 15 meter dari start dan turn. Perenang elite menggunakan jarak ini semaksimal mungkin, karena hambatan air di bawah permukaan jauh lebih kecil. Jarak underwater yang efisien seringkali menjadi penentu kemenangan dalam event kupu-kupu.

Salah satu metode Latihan Dolphin Kick yang efektif adalah vertical kicking. Perenang menendang dolphin kick secara vertikal tanpa menggunakan tangan. Latihan ini secara langsung memperkuat otot core, pinggul, dan punggung bawah, kelompok otot utama yang bertanggung jawab atas tenaga dalam tendangan. Latihan vertikal juga membantu perenang merasakan transfer energi gelombang secara sempurna.

Untuk meningkatkan power, perenang sering menggunakan fins (sirip) atau snorkels saat melakukan Latihan Dolphin Kick. Fins membantu memperpanjang jangkauan pergelangan kaki dan meningkatkan kekuatan tendangan, sementara snorkels memungkinkan perenang fokus pada teknik tanpa gangguan pernapasan. Peralatan ini membantu membangun memori otot untuk dorongan yang lebih maksimal.

Ritme tendangan harus disinkronkan sempurna dengan tarikan tangan. Pada gaya kupu-kupu, umumnya dilakukan dua tendangan lumba-lumba untuk setiap satu siklus kayuhan tangan. Tendangan pertama memberikan dorongan saat tangan masuk ke air, dan tendangan kedua saat tangan mendorong air keluar, menciptakan akselerasi yang berkelanjutan.

Latihan Dolphin Kick juga memberikan manfaat signifikan pada gaya renang lainnya, terutama gaya bebas dan gaya ganti (medley). Tendangan lumba-lumba yang kuat dan efisien adalah skill yang universal, menunjukkan bahwa waktu yang diinvestasikan untuk butterfly akan meningkatkan kecepatan di seluruh gaya renang lainnya, menjadikannya latihan yang serba guna.